Sunday, December 16, 2018

24/6 oleh Pdt. Sugeng Budi S.

Minggu, 16 Desember 2018
JKI Maranatha, Ungaran
Ibadah Sore

24/6
oleh Pdt. Sugeng Budi S.

Seringkali reaksi yang muncul berasal dari gambaran / image yang ada dalam pikiran.

Bayangkan bila yang ada dalam pikiran kita adalah stress, bagaimanakah reaksi kita?

Tanpa kita sadari kita menyimpan stress yang ada. Lama kelamaan stress tersebut berdampak buruk bagi kehidupan kita.

Bagaimana menjalani hidup tanpa dikuasai stress?

Filipi 4:6-7 (TB)
6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 

1. Dapatkan penawar stress (Filipi 4: 6)

"Manfaat kita bersekutu dengan Tuhan dalam DOA adalah KITA MENIKMATI DAMAI SEJAHTERA"

DOA bukanlah sekedar pain killer (Yohanes 16: 33)

Yohanes 16:33 (TB)  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.",

Ketika kita berdoa, Tuhan mendengar lebih dari yang kita katakan, menjawab lebih dari yang kita minta, memberi lebih dari yang kita harapkan.

2. Jalani dengan cara baru (Filipi 4: 9)

Filipi 4:9 (TB)  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan.

Setiap hari lakukanlah sesuatu yang akan menuntun anda lebih dekat kepada Tuhan.

Dan ingatlah jika kau butuh sesuatu, Aku (Tuhan) siap 24/6.

Mari kita belajar menyediakan waktu untuk Tuhan. Mengucap syukur atas segala yang kita alami dalam kehidupan kita!

Sunday, December 2, 2018

Hati Yang Melayani Oleh Pdm. Iwan Susanto

Minggu, 2 Desember 2018
JKI Maranatha, Ungaran
Ibadah Sore

Hati Yang Melayani
Oleh Pdm. Iwan Susanto

Saat kita melayani TUHAN dibutuhkan kerendahan hati.

Bedah lagu Above All

Songwriters: Lenny Leblanc / Paul Baloche
Above All lyrics © Capitol Christian Music Group

Above all powers
Above all kings
Above all nature and all created things
Above all wisdom and all the ways of man
You were here before the world began
Above all kingdoms
Above all thrones
Above all wonders the world has ever known
Above all wealth and treasures of the earth
There's no way to measure what you're worth

Crucified
Laid behind the stone
You lived to die
Rejected and alone
Like a rose trampled on the ground
You took the fall
And thought of me
Above all

Lagu tersebut mengingatkan kita bahwa begitu besar kasih Bapa kepada kita.

Yohanes 13: 4-15
Kisah Yesus membasuh kaki murid-muridNya

Yang dilakukan saat melayani
1. Menanggalkan jubah (Yohanes 13: 4)
    Jubah - jabatan, harga diri, gengsi, ambisi,     
    semua yang kita miliki
2. Merendahkan diri 
    Mengutamakan yang lain daripada 
    kepentingan pribadi

Saat kita melayani TUHAN, fokus kita hanyalah kepada TUHAN. 
Ingat akan kasihNya dalam hidup kita.

Ibrani 2:9 (TB)  Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. 

Saat kita mengalami "lembah kelemahan", bagaimanakah respon kita?
Mazmur 23:4-5 (TB)
4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. 
5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. 

Amsal 18:12 (TB)  Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. 

Amsal 22:4 (TB)  Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 

Matius 11:29 (TB)  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

https://alkitab.app/v/5ebbcc6b6306

Saat jiwa kita tidak tenang, itu tanda bahwa kita kurang lemah lembut dan rendah hati.

Mari kita belajar rendah hati!

Sunday, November 25, 2018

Masihkah Ada Koper di Tanganmu? Oleh Pdt. Sugeng Budi S.

Minggu, 25 November 2018
JKI Maranatha, Ungaran
Ibadah Pagi


Masihkah Ada Koper di Tanganmu?
Oleh Pdt. Sugeng Budi S.

 *Lukas 10:1-4 (TB)* 
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 
3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
 *4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.* 

Jika kita packing koper, semakin banyak yang kita bawa, semakin berat dan repot saat perjalanan nanti.

Dalam kehidupan rohani kita, berapa banyak "koper rohani" yang kita bawa selama ini?
Apakah itu menghambat kita melaju bersama Tuhan?

Kita tidak hanya peduli dengan perasaan dan keaadan rohani kita, tetapi saat kita memiliki anak/ pekerjaan/ hal-hal lainnya, beban kecemasan dan doa kita semakin berlipat ganda.

Apakah kita "siap" saat bersekutu dengan Tuhan ketika kita memiliki pergumulan?

Apa yang Tuhan jamin bagi setiap orang yang ingin berlari cepat meskipun memiliki beban?

Matius 11:28-30 (TB)
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Tuhan tahu apa yang menjadi pergumulan kita namun Tuhan ingin kita bebas dari pergumulan kita

Tuhan ingin kita rela melepaskan beban-beban yang kita bawa

Untuk perkara rohani, semakin lama kita merosot itu merupakan extreme spiritual problem

Mazmur 55:22 (TB)  (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 

Lemparkanlah bebanmu kepada TUHAN, dan DIA akan menopangmu; DIA tidak akan pernah membiarkan orang benar digoncang! (Literal)

Yesaya 46:4 (TB)  Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. 

Jangan paksakan diri kita bawa "koper" kita! (sok kuat)

1 Petrus 5:7 (TB)  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 

Setiap apa yang ingin kita capai, pasti ada hambatan yang akan membuat kita khawatir

Yesus Kristus tidak memaksakan diriNya untuk menerobos masuk ke dalam hidup kita

DIA selalu mengetuk dan menanti kita membuka pintu hati kita

Seberapa banyak "koper" yang ada di tangan kita?

Tuhan rindu kita menjadi murid yang tidk kalah dengan dunia. 

Tuhan rindu kita menjadi murid yang lincah melaju dalam kehidupan kita.

Mari kita belajar berserah kepada TUHAN dalam segala aspek kehidupan kita!

Sunday, November 11, 2018

Menjadi Dewasa oleh Pdt. Victor Poernomo

11 November 2018
JKI HTE, Semarang
Ibadah pagi

Menjadi Dewasa

Oleh Pdt. Victor Poernomo

Seringkali kita senang dikatakan orang yang dewasa.

Normalnya pertumbuhan fisik dan mental bertumbuh dengan seimbang.

Namun ternyata tidak semua orang yang berusia di atas 17 tahun dapat bersikap dewasa. Beberapa masih ada yang yang kekanak-kanakan.

Sebab hanyalah orang dewasa yang dapat berpikir dengan cerdas.

Matius 5:48 (TB)  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

https://alkitab.app/v/762d2260629c

Mengapa kita harus sempurna?

Sebab Bapa kita sempurna, maka kita sebagai  anakNya harus juga sempurna.

Sempurna  dalam bahasa Yunani Teleios artinya dewasa; komplit; sempurna

Saat kita merasakan seorang diri, itulah saat terbaik dimana kita dilatih Tuhan untuk mandiri dan makin percaya kepada Tuhan.

Cara berpikir kita menghasilkan tindakan kita.

Matius 5:43-44 (TB)
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

https://alkitab.app/v/b7e0da61731f

Level anak.     : kasihi sesama - benci sesama
Level dewasa : kasihi musuh - berdoa bagi penganiaya

Matius 5:45 (TB)  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

https://alkitab.app/v/5087d054e29e

Bagaimana kita nenjadi dewasa?
1. Dapat mengendalikan perkataan
Yakobus 3:2 (TB)  Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

https://alkitab.app/v/7de56b612b70

Ilustrasi gambar mulut kuda yang dikekang

2. Dapat menerima keadaan

Hanyalah orang dewasa yang dapat dididik dengan mudah.

1 Korintus 2:6 (TB)  Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. 

https://alkitab.app/v/41a303828152

Ibrani 5:8-9 (TB)
8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 
9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

https://alkitab.app/v/50606d51162c

Mari kita belajar menikmati proses kedewasaan dalam hidup kita!
Tuhan memberkati.

Notulis,
Imanuel Nugroho P. H.

Sunday, November 4, 2018

Hidup di Setiap Musim oleh Pdt. David E. Meijanto

Minggu, 4 November 2018
JKI Maranatha, Ungaran
Ibadah Pagi

Hidup di Setiap Musim

Pdt. David E. Meijanto

Penebusan yang Yesus lakukan kita percayai sebagai kasih yang tiada taranya

Apa yang ada di pikiran TUHAN kepada kita?

1. Ada gambar TUHAN dalam hidup kita (Imago Dei)
TUHAN ingin gambarNya menjadi nyata dan sempurna di dunia ini, sehingga kita bisa menjadi garam dan terang.

2. TUHAN ingin kita sampai kepada tujuan yang kekal dan kita tinggal dalam kekekalan bersamaNya.

KITA YANG TINGGAL DALAM KRISTUS DIRENCANAKAN UNTUK HIDUP DI SETIAP MUSIM. (Efesus 2: 10, Mazmur 1: 1-3)

Di setiap musim hendaknya kita tetap bertumbuh. #NewRevelation #PewahyuanBaru

"Tidak cukup hanya mengetahui bahwa diri anda seorang Kristen, tetapi anda harus tahu kepada siapa anda bersandar untuk bisa melewati badai dan musim hidup yang anda jalani." -Pdt. David E. Meijanto

Efesus 2:19-20 (TB)
19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 

https://alkitab.app/v/44f2d05fca8d

"Bentuk fisik bangunan bersandar pada fondasinya, tetapi fondasinya bersandar pada batu penjuru."

Bila Yesus yang menjadi batu penjuru dalam hidup kita, maka setiap firman Tuhan yang kita tahu pasti menjadi fondasi yang kuat dalam hidup kita.

1 Petrus 2:6 (TB)  Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."  

https://alkitab.app/v/cafe3cdc6bbb

Matius 7:24-25 (TB)
24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

https://alkitab.app/v/dabfb292f31d

Bila anda memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya tujuan dari kehidupan anda maka pada saat yang sama anda akan mempersiapkan segala hal untuk mencapai tujuan kehidupan kita.

Mengharapkan yang terbaik adalah sikap yang baik, tetapi bersiap-siap untuk hal yang terburuk adalah sikap yang bijaksana.

Matius 7:27 (TB)  Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

https://alkitab.app/v/77e380c4e668

Anda tidak dapat membangun kehidupan anda di atas pasir yang mudah bergerak, anda tidak perlu menggali jauh ke dalam dan menemukan batu karang yang kuat.

Mari kita belajar memahami Yesus Kristus sebagai batu penjuru dalam hidup kita!

Notulis,
Imanuel Nugroho P. H.

Sunday, October 28, 2018

Apa Yang TUHAN Mau? Oleh Pdt. Samuel Anton S.

Minggu, 28 Oktober 2018
JKI Maranatha Ungaran
Ibadah Pagi

Apa Yang TUHAN Mau?

Pdt. Samuel Anton S.

Akan sangat ironis bila kita melakukan segala hal namun itu bukan kehendak Tuhan

Lukas 10:41-42 (TB)  Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

https://alkitab.app/v/dae11dadf952

Hidup ini bukan sekedar sibuk akan banyak hal namun lakukan segala sesuatu dengan produktif

Bukan sekedar cepat tetapi tepat

Bukan sekedar impresif tetapi efektif

Jadi, apa yang TUHAN mau?

Kita belajar bersama dari kisah raja Saul dan raja Daud

1. Kisah raja Saul, kita belajar "Ketaatan"
1 Samuel 15:15 (TB)  Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas."

https://alkitab.app/v/f95eab370094

1 Samuel 15:22 (TB)  Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

https://alkitab.app/v/aafc39d10f53

Raja Saul melakukan hal yang baik namun hal itu tidak benar

Yang dilakukannya hanyalah menutupi ketidaktaatannya kepada TUHAN.

SETIAP LANGKAH KETAATAN AKAN MEMBAWA ANDA LEBIH DEKAT DENGAN TUJUAN YANG TUHAN INGINKAN.

Respon raja Saul saat ditegur nabi Samuel
1 Samuel 15:30 (TB)  Tetapi kata Saul: "Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu."

https://alkitab.app/v/9d65d7c1edd8

2. Kisah raja Daud, kita belajar "Kerendahan Hati"
Mazmur 51:17 (TB)  (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

https://alkitab.app/v/72004ca2efc0

Respon raja Daud saat ditegur nabi Natan
2 Samuel 12:7, 13 (TB)  Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

https://alkitab.app/v/4c11b4f500d1

ORANG GENGSI FOKUS DENGAN APA KATA ORANG

ORANG RENDAH HATI FOKUS DENGAN APA KATA TUHAN

Mazmur 51:10-11 (TB)  (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
(51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

https://alkitab.app/v/5c1bd730d76f

Mengapa keputusan raja Daud berbeda dengan raja Saul?

Raja Saul dekat dengan TUHAN hanya saat dalam keadaan tertekan
1 Samuel 14:35 (TB)  Saul mendirikan mezbah bagi TUHAN; inilah mezbah yang mula-mula sekali didirikannya bagi TUHAN.

https://alkitab.app/v/70d9d6c44da2

Raja Daud dekat dengan TUHAN karena sudah menjadi kebiasaannya. (Disiplin Rohani)
Mazmur 5:3 (TB)  (5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

https://alkitab.app/v/0c1272e77120

MEMBANGUN HUBUNGAN SETIAP HARI DENGAN TUHAN, BUKAN SEKEDAR TERDESAK BARU MENCARI TUHAN

UNTUK MENGUBAH KEADAANMU, TUHAN BISA MELAKUKANNYA DALAM SATU HARI, TETAPI UNTUK MENGUBAHMU, TUHAN MAU  SETIAP HARI

KETAATAN MENDATANGKAN BERKAT

Mari kita belajar membangun kedalaman dengan TUHAN sehingga kita mengerti apa TUHAN mau dalam hidup kita!

Saturday, October 27, 2018

Kekhawatiran oleh Bp. Bram

Home LDP
Sabtu, 27 Oktober 2018

Kekhawatiran

Home Leader : Bp. Bram

Mazmur 90:12 (TB)  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. 

https://alkitab.app/v/d85781e67fd1

Matius 6:25-34 (TB)  "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

https://alkitab.app/v/ffefe6a95017

Seringkali kita salah menempatkan rasa khawatir.

Seharusnya kita khawatir, apakah kita sudah melakukan kehendak TUHAN? Apakah kita menyimpang dari jalan-Nya?

"Alarm"
Apakah kita tanggung jawab terhadap hidup kita?

Mari kita belajar mengatasi rasa khawatir kita! Dia El Shaddai selalu beserta kita.
Tuhan memberkati.